Mercusuar (Kunto Aji)

🎶Dari yang sudah sudah
Cinta hanyalah bualan
Dari yang sudah sudah
Hanya rasa tanpa tujuan


Aku ingin berhenti
Lelah aku mengarungi
Aku ingin bersandar
Menikmati bintang berpijar


Uuuu sampai nanti
Sampai kita bertemu kembali
Uuuu sampai nanti
Cahayamu menuntunku lagi
Jangkar sudah terjatuh
Aku sudah benar benar luluh


Yang aku lihat terang
Yang kulihat masa depan
Hangat dalam dekapan
Aku merasa sedang pulang


Uuuu sampai nanti
Sampai kita bertemu kembali
Uuuu sampai nanti
Cahayamu menuntunku lagi
Jangkar sudah terjatuh
Aku sudah benar benar luluh


Kapalku tlah bersauh
Aku tak ingin jauh
Padamulah aku akan berlabuh


Uuuu sampai nanti
Sampai kita bertemu kembali
Uuuu sampai nanti
Cahayamu menuntunku lagi
Jangkar sudah terjatuh
Aku sudah benar benar luluh


Dari yang sudah sudah
Hanya kaulah arti rumah🎶

 

Mercusuar-1.jpg

Awal mendengarkan lagu Mercusuar dari Kunto Aji ini sempat terlontar kata-kata “kenapa harus mercusuar?”. Selidik punya selidik, Kunto Aji memilih judul Mercusuar karena memiliki sebuah filosofi.

Kita, manusia-manusia yang belum punya pasangan hidup, bagaikan kapal-kapal yang kebingungan arah pulang ke mana.

Pasangan hidup kita yang-entah-siapa, seperti sebuah mercusuar; cahayanya menuntun kita untuk pulang.

Setibanya di sana, kapal-kapal ini menjatuhkan jangkarnya dan memutuskan untuk tidak berkelana lagi di lautan yang tak tentu arah. Tsaaah~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s