Mercusuar (Kunto Aji)

🎶Dari yang sudah sudah
Cinta hanyalah bualan
Dari yang sudah sudah
Hanya rasa tanpa tujuan


Aku ingin berhenti
Lelah aku mengarungi
Aku ingin bersandar
Menikmati bintang berpijar


Uuuu sampai nanti
Sampai kita bertemu kembali
Uuuu sampai nanti
Cahayamu menuntunku lagi
Jangkar sudah terjatuh
Aku sudah benar benar luluh


Yang aku lihat terang
Yang kulihat masa depan
Hangat dalam dekapan
Aku merasa sedang pulang


Uuuu sampai nanti
Sampai kita bertemu kembali
Uuuu sampai nanti
Cahayamu menuntunku lagi
Jangkar sudah terjatuh
Aku sudah benar benar luluh


Kapalku tlah bersauh
Aku tak ingin jauh
Padamulah aku akan berlabuh


Uuuu sampai nanti
Sampai kita bertemu kembali
Uuuu sampai nanti
Cahayamu menuntunku lagi
Jangkar sudah terjatuh
Aku sudah benar benar luluh


Dari yang sudah sudah
Hanya kaulah arti rumah🎶

 

Mercusuar-1.jpg

Awal mendengarkan lagu Mercusuar dari Kunto Aji ini sempat terlontar kata-kata “kenapa harus mercusuar?”. Selidik punya selidik, Kunto Aji memilih judul Mercusuar karena memiliki sebuah filosofi.

Kita, manusia-manusia yang belum punya pasangan hidup, bagaikan kapal-kapal yang kebingungan arah pulang ke mana.

Pasangan hidup kita yang-entah-siapa, seperti sebuah mercusuar; cahayanya menuntun kita untuk pulang.

Setibanya di sana, kapal-kapal ini menjatuhkan jangkarnya dan memutuskan untuk tidak berkelana lagi di lautan yang tak tentu arah. Tsaaah~

168 (Monita Tahalea)

Saya jatuh hati dengan suara Monita sejak ia ada di ajang pencarian bakat beberapa tahun yang lalu. Tahun 2015, Monita mengeluarkan album bertajuk Dandelion, salah satu album terbaik di tahun 2015. Dari album ini ada beberapa lagu yang saya sukai, yaitu Memulai Kembali, Tak Sendiri, Hai, dan 168. Dari empat lagu yang saya sukai, 168 menjadi lagu yang paling mencuri perhatian.

Saat mengetahui judulnya, banyak orang bertanya-tanya angka 168 merujuk kepada hal apa. Apakah berkaitan dengan jam? Atau ayat dalam kitab suci? Atau hanya tiga angka biasa saja? Setelah beberapa waktu saya berkelana di banyak blog, ternyata lagu 168 itu artinya 7×24 jam atau waktu seminggu.

Lagu ini menceritakan kisah dua manusia yang sedang berpacaran dan hanya bisa satu minggu sekali bertemu di tempat yang sama. 7×24=168. 168 mendeskripsikan makna penantian sepasang kekasih tersebut, yang harus menunggu 168 jam lagi agar bisa bertemu kembali.

Hal lain yang membuat saya jatuh hati dengan lagu ini adalah liriknya seperti sedang bercerita. Dua manusia yang berpacaran itu adalah seorang Gadis Bingung dan seorang lelaki Pengembara. Pengembara bisa bermaksud kepada lelaki yang sedang bekerja di kota yang berbeda dengan kota yang ditinggali oleh si Gadis Bingung.
Satu lagi. Saya suka Monita menyisipkan lirik berbahasa Perancis dalam lagu ini.

Il y longtemps que je t’aime jamais je ne t oublierai

Dalam bahasa Inggris, lirik tersebut memiliki arti “I’ve loved you so long, I will never forget you”.
So deep.

🎶Sebuah nostalgia yang takkan terlupa

Tentang gadis bingung dan pengembara

Berbagi cerita di penghujung senja

Menunggu datangnya hujan


Tiada kunjung datang hujan yang dinantikan

Namun hari-hari semakin berarti

Berteman butir waktu

Berpayung langit biru

Akhirnya yang tiba cinta


Ternyata bukan tentang menanti dan menunggu

Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu

Walau tak selalu berakhir bersama

Mungkin nanti..kan bertemu kembali


Cinta bukan tentang menanti dan menunggu

Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu

Walau tak selalu berakhir bersama

Mungkin nanti…sampai nanti bertemu kembali

Il y longtemps que je t’aime jamais je ne t oublierai

(I’ve loved you so long, I will never forget you)🎶

Rintik (Pandai Besi)

🎶Pernah ku kenal mendung
Yang lembutkan sore hari terang
Menyadurkan jingga indah
Memberi warna warna

Inginku sentuh rintik
Dan kan kubalut rindu
Inginku sentuh rintik
Dan kan kubalut rindu 🎶

rintik.jpg

Pandai Besi bukan lagi sekadar alter-ego dari Efek Rumah Kaca, yang mengaransemen ulang lagu-lagu ERK. Di lagu Rintik ini ada warna khas ERK yang masih sedikit terdengar. Tapi itu tidak menjadikan lagu ini jadi membosankan.

Berdasarkan wawancara Pandai Besi dalam Kumparan lagu ini terinspirasi dari kehidupan Adrian, salah satu personel Efek Rumah Kaca. Lagu ini berkisah tentang anak kecil dan bagaimana harapan ke depannya seperti apa. Judul Rintik sendiri diambil dari nama anak Adrian yang lahir tahun 2014, yaitu Rintik Rindu. (Setidaknya itu yang saya tangkap dari video di Kumparan heuheu)

Rintik cocok didengarkan saat di perjalanan, macet yang berserakan di mana-mana, panas menyengat di atas kepala. Karena dengan mendengarkan lagu ini membuat kita menjadi tenang dan seolah sedang berada di bawah pohon besar, berteduh dari hujan.

Lagu ini akan menjadi lagu favorit kedua saya dari Pandai Besi setelah lagu Menjadi Indonesia.

Btw, Mas Poppie suaranya ena jugaaa😍