Rangkum (Polka Wars)

    Akhirnya Polka Wars mengeluarkan single baru dengan judul Rangkum, yeah!

    Ada beberapa band yang sudah terbiasa dengan lagu berbahasa asing akan terdengar ‘norak’ kalau bikin lagu berbahasa Indonesia. Tapi untuk lagu ini sama sekali tidak  n o r a k!

    Waktu tahu Polka Wars punya lagu berjudul Rangkum, seketika ingatanku kembali ke masa sekolah dasar; bikin rangkuman tiap bab dari buku paket. Yha. Tapi, lagu ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan buku paket kok! 😂

    Konsep video klip Rangkum seperti sebuah film pendek tentang perjalanan hidup yang didominasi dengan koreografi ciamik dari Al Imran Karim. Ngga percaya? Silakan tengok sendiri videonya di sini.

    Rata-rata pendengar lagu ini langsung menjelma sebagai pendosa yang ingin bertaubat setelah mendengar lagu Rangkum. Kenapa? Coba lihat video klipnya deh~

    Ada dua komentar di Youtube yang saya suka dan saya sependapat dengan mereka juga menjelaskan kenapa lagu ini sangat kena di hati.

    Kenapa mereka bisa berkomentar seperti itu? Tonton deh video klipnya biar paham~

    Sebagai pengguna Spotify, saya bahagia sekali saat melihat lagu ini sudah tersedia. Karena di Spotify tidak ada lirik lagu, nih saya kasih lirik lagunyah~

    Tersingkap bilah
    Menatap cah’ya
    Di dalam bahaya terjamah

    Bersila diam
    Menuju terang
    Deras bulir meresapi lara

    Ratusan debu (bisu)
    Di ruang raga
    ‘Pabila kubertanya rahasia

    Malam musim semi
    Raja alam rasa
    Berakhir di sana
    Kata rangkumkan udara

    Dalam lirih perih
    Berganti harapan
    Berakhir di salam
    Kata rangkumkan udara

    Advertisements

    Mercusuar (Kunto Aji)

    🎶Dari yang sudah sudah
    Cinta hanyalah bualan
    Dari yang sudah sudah
    Hanya rasa tanpa tujuan


    Aku ingin berhenti
    Lelah aku mengarungi
    Aku ingin bersandar
    Menikmati bintang berpijar


    Uuuu sampai nanti
    Sampai kita bertemu kembali
    Uuuu sampai nanti
    Cahayamu menuntunku lagi
    Jangkar sudah terjatuh
    Aku sudah benar benar luluh


    Yang aku lihat terang
    Yang kulihat masa depan
    Hangat dalam dekapan
    Aku merasa sedang pulang


    Uuuu sampai nanti
    Sampai kita bertemu kembali
    Uuuu sampai nanti
    Cahayamu menuntunku lagi
    Jangkar sudah terjatuh
    Aku sudah benar benar luluh


    Kapalku tlah bersauh
    Aku tak ingin jauh
    Padamulah aku akan berlabuh


    Uuuu sampai nanti
    Sampai kita bertemu kembali
    Uuuu sampai nanti
    Cahayamu menuntunku lagi
    Jangkar sudah terjatuh
    Aku sudah benar benar luluh


    Dari yang sudah sudah
    Hanya kaulah arti rumah🎶

     

    Mercusuar-1.jpg

    Awal mendengarkan lagu Mercusuar dari Kunto Aji ini sempat terlontar kata-kata “kenapa harus mercusuar?”. Selidik punya selidik, Kunto Aji memilih judul Mercusuar karena memiliki sebuah filosofi.

    Kita, manusia-manusia yang belum punya pasangan hidup, bagaikan kapal-kapal yang kebingungan arah pulang ke mana.

    Pasangan hidup kita yang-entah-siapa, seperti sebuah mercusuar; cahayanya menuntun kita untuk pulang.

    Setibanya di sana, kapal-kapal ini menjatuhkan jangkarnya dan memutuskan untuk tidak berkelana lagi di lautan yang tak tentu arah. Tsaaah~

    168 (Monita Tahalea)

    Saya jatuh hati dengan suara Monita sejak ia ada di ajang pencarian bakat beberapa tahun yang lalu. Tahun 2015, Monita mengeluarkan album bertajuk Dandelion, salah satu album terbaik di tahun 2015. Dari album ini ada beberapa lagu yang saya sukai, yaitu Memulai Kembali, Tak Sendiri, Hai, dan 168. Dari empat lagu yang saya sukai, 168 menjadi lagu yang paling mencuri perhatian.

    Saat mengetahui judulnya, banyak orang bertanya-tanya angka 168 merujuk kepada hal apa. Apakah berkaitan dengan jam? Atau ayat dalam kitab suci? Atau hanya tiga angka biasa saja? Setelah beberapa waktu saya berkelana di banyak blog, ternyata lagu 168 itu artinya 7×24 jam atau waktu seminggu.

    Lagu ini menceritakan kisah dua manusia yang sedang berpacaran dan hanya bisa satu minggu sekali bertemu di tempat yang sama. 7×24=168. 168 mendeskripsikan makna penantian sepasang kekasih tersebut, yang harus menunggu 168 jam lagi agar bisa bertemu kembali.

    Hal lain yang membuat saya jatuh hati dengan lagu ini adalah liriknya seperti sedang bercerita. Dua manusia yang berpacaran itu adalah seorang Gadis Bingung dan seorang lelaki Pengembara. Pengembara bisa bermaksud kepada lelaki yang sedang bekerja di kota yang berbeda dengan kota yang ditinggali oleh si Gadis Bingung.
    Satu lagi. Saya suka Monita menyisipkan lirik berbahasa Perancis dalam lagu ini.

    Il y longtemps que je t’aime jamais je ne t oublierai

    Dalam bahasa Inggris, lirik tersebut memiliki arti “I’ve loved you so long, I will never forget you”.
    So deep.

    🎶Sebuah nostalgia yang takkan terlupa

    Tentang gadis bingung dan pengembara

    Berbagi cerita di penghujung senja

    Menunggu datangnya hujan


    Tiada kunjung datang hujan yang dinantikan

    Namun hari-hari semakin berarti

    Berteman butir waktu

    Berpayung langit biru

    Akhirnya yang tiba cinta


    Ternyata bukan tentang menanti dan menunggu

    Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu

    Walau tak selalu berakhir bersama

    Mungkin nanti..kan bertemu kembali


    Cinta bukan tentang menanti dan menunggu

    Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu

    Walau tak selalu berakhir bersama

    Mungkin nanti…sampai nanti bertemu kembali

    Il y longtemps que je t’aime jamais je ne t oublierai

    (I’ve loved you so long, I will never forget you)🎶

    Rintik (Pandai Besi)

    🎶Pernah ku kenal mendung
    Yang lembutkan sore hari terang
    Menyadurkan jingga indah
    Memberi warna warna

    Inginku sentuh rintik
    Dan kan kubalut rindu
    Inginku sentuh rintik
    Dan kan kubalut rindu 🎶

    rintik.jpg

    Pandai Besi bukan lagi sekadar alter-ego dari Efek Rumah Kaca, yang mengaransemen ulang lagu-lagu ERK. Di lagu Rintik ini ada warna khas ERK yang masih sedikit terdengar. Tapi itu tidak menjadikan lagu ini jadi membosankan.

    Berdasarkan wawancara Pandai Besi dalam Kumparan lagu ini terinspirasi dari kehidupan Adrian, salah satu personel Efek Rumah Kaca. Lagu ini berkisah tentang anak kecil dan bagaimana harapan ke depannya seperti apa. Judul Rintik sendiri diambil dari nama anak Adrian yang lahir tahun 2014, yaitu Rintik Rindu. (Setidaknya itu yang saya tangkap dari video di Kumparan heuheu)

    Rintik cocok didengarkan saat di perjalanan, macet yang berserakan di mana-mana, panas menyengat di atas kepala. Karena dengan mendengarkan lagu ini membuat kita menjadi tenang dan seolah sedang berada di bawah pohon besar, berteduh dari hujan.

    Lagu ini akan menjadi lagu favorit kedua saya dari Pandai Besi setelah lagu Menjadi Indonesia.

    Btw, Mas Poppie suaranya ena jugaaa😍